Serba-Serbi Scrum: Scrum Events (Bagian 2)

Serba-Serbi Scrum: Scrum Events (Bagian 2)

Bagaimana Scrum Events bisa membuat produktivitas pelaksanaan proyek meningkat dua kali lipat?

– – –

 

Setelah pengenalan peran-peran Scrum, kali ini saya ingin membahas mengenai Scrum Events.

 

Scrum merupakan framework pengembangan dari Agile. Alurnya menuntut kecepatan dan kedinamisan dalam setiap perubahan yang ada dalam proyek. Motor penggerak dari Scrum adalah Sprint. Sprint merupakan batasan waktu berdurasi satu bulan atau kurang yang didalamnya ada proses pembuatan increment (hasil pekerjaan tim development). Tentunya increment itulah yang nantinya akan dirilis. Sprint memuat scrum events yang terdiri atas Sprint Planning, Daily Scrum, Sprint Review dan Sprint Retrospective. Lantas, bagaimana scrum events tersebut berjalan dalam suatu sprint?

 

 

  1. Sprint Planning

Tahapan awal ini dilakukan oleh seluruh anggota tim Scrum. Sprint planning berdurasi maksimal delapan jam untuk sprint yang berdurasi satu bulan. Tujuannya adalah menentukan apa yang dihantarkan ke dalam increment dari sprint yang akan dijalani serta menentukan bagaimana penyelesaian dari penghantaran increment tersebut. Tugas-tugas tiap peran dalam tim scrum begitu beragam. Product Owner membahas obyektif yang harus dicapai di dalam sprint dan menentukan product backlog (daftar prioritas pekerjaan/task yang dilakukan selama sprint berlangsung) bersama dengan tim development. Scrum Master memastikan anggota tim scrum lainnya untuk menjaga durasi sprint planning dan memastikan fase ini berjalan dengan lancar. Pembuatan sprint goal juga dilakukan di fase ini. Sprint goal tercapai apabila detil dari product backlog berhasil terimplementasi.

 

2. Daily Scrum

Selama sprint, setiap anggota tim Scrum diwajibkan untuk melaporkan apa yang telah mereka kerjakan dan rencana task yang mereka akan kerjakan dalam 24 jam kedepan. Sesi ini berdurasi 15 menit. Hambatan-hambatan yang ditemui selama pengerjaan task perlu dibicarakan dalam sesi ini. Adanya informasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan kajian bagi tim development dalam pemecahan masalah. Peran Scrum Master sangat penting disini. Mereka harus memastikan

Scrum Events

seluruh anggota tim development mengutarakaan pendapatnya masing-masing serta durasi dari daily scrum itu sendiri.

 

3. Sprint Review

Setelah satu sprint selesai, tim development harus mendemonstrasikan hasil pekerjaan mereka (increment) kepada stakeholder terkait dan Project Owner.  Product Owner juga harus menjelaskan kondisi product backlog item yang sudah selesai. Stakeholder dan Project Owner dapat memberikan feedback bagi increment yang sudah dibuat. Feedback yang ada diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan bagi tim development untuk sprint mendatang. Biasanya akan ada perubahan pada Product Backlog di dalam sprint selanjutnya. Durasi fase ini paling lama adalah empat jam untuk sprint berdurasi satu bulan.

 

4. Sprint Retrospective

Apabila alur Scrum sudah mencapai pada sprint terakhir, setiap anggota tim development diwajibkan untuk menginpeksi kinerja mereka selama sprint berlangsung dan membuat perencanaan untuk sprint berikutnya. Mereka wajib mengomunikasikan apa yang mereka sudah alami setelah melewati semua sprint. Berbeda dengan Sprint Review, hal-hal yang diangkat dalam Sprint Retrospective adalah lebih mengarah pada komunikasi selama masa sprint, pembagian tugas tanpa membahas sisi teknis proyek. Scrum Master bertanggung jawab agar acara sesuai dengan batas waktu yang ditentukan dan mendorong tim Scrum untuk membuat peningkatan dalam dalam proses framework Scrum agar sprint berikutnya lebih efektif. Oleh karena itu, tujuan terpenting dari Sprint Retrospective adalah pengembangan yang berkelanjutan.

 

Scrum events menawarkan kecepatan dalam perilisan produk, namun fleksibel dalam menghadapi perubahan. Scrum juga menawarkan keterbukaan dan respek di dalam lingkup tim Scrum itu sendiri. Hal tersebut sesuai dengan nilai-nilai dalam Scrum, yaitu Commitment, Courage, Focus, Openness, dan Respect.

 

Sumber:

https://www.scrumguides.org/docs/scrumguide/v2017/2017-Scrum-Guide-Indonesian.pdf

https://www.mountaingoatsoftware.com/agile/scrum

https://searchsoftwarequality.techtarget.com/definition/Scrum

https://www.mountaingoatsoftware.com/agile/scrum/scrum-tools/product-backlog

 

Sumber Gambar:

unsplash.com

https://searchsoftwarequality.techtarget.com

Comments

comments