Serba-Serbi Scrum: Artefak (Bagian 3)

Serba-Serbi Scrum: Artefak (Bagian 3)

Transparansi suatu proyek tergantung dari kondisi artefak itu sendiri….

– – –

 

Dalam dua artikel Scrum sebelumnya, saya sudah menjelaskan peran dan events apa saja yang ada di dalam Scrum. Di seri terakhir artikel Scrum, saya akan menjelaskan salah satu aspek penting dari Scrum, yaitu artefak. Seperti namanya, artefak pada Scrum memuat informasi-informasi berlangsungnya proyek, seperti daftar-daftar pekerjaan yang dilakukan oleh tim development dalam mencapai sprint goal dan masih banyak lagi. Lantas, ada berapa jenis artefak dalam Scrum?

 

  1. Product Backlog

Product Backlog memuat daftar dari seluruh fitur, fungsi, kebutuhan, peningkatan, dan perbaikan yang diperlukan terhadap produk pada rilis mendatang. Konten dari Product Backlog bersifat dinamis, karena disesuaikan dengan perkembangan produk dan lingkungan. Kebutuhan customer tentunya juga jadi pertimbangan dalam daftar Product Backlog. Daftar-daftar dalam Product Backlog disebut dengan Product Backlog Item yang urutannya dipengaruhi oleh kejelasan dan kedetilan dari konten yang ada. Siapa yang bertanggung jawab terhadap Product Backlog? Tentu saja sang Product Owner.

 

  1. Sprint Backlog

Kebutuhan-kebutuhan yang ada dalam Product Backlog akan diwujudkan dalam bentuk task yang harus diselesaikan oleh Tim development. Daftar task tersebut bernama Sprint Backlog. Bisa dikatakan pula bahwa Sprint Backlog merupakan daftar Product Backlog Item yang terpilih. Task tersebut nantinya akan diselesaikan per sprint (putaran rangkaian Scrum Events). ­Tim Development bertanggung jawab dalam memilih Product Backlog Item mana yang perlu dimasukkan di Sprint Backlog. Tim Development juga bisa mengubah dan menghapus daftar-daftar yang ada di Sprint Backlog. Setiap saat di dalam Sprint, tim development dapat meninjau total sisa task yang ada di dalam Sprint Backlog. Hal tersebut dapat membantu proyeksi apakah kira-kira Sprint Goal dapat tercapai atau tidak.

 

  1. Increment

Apabila daftar dari Sprint Backlog dapat terselesaikan, sudah dipastikan tim development sudah mencapai Increment. Increment merupakan Product Backlog Item yang sudah terselesaikan dalam sprint. Kondisi selesai tersebut juga menandakan produk bisa digunakan dan didemonstrasikan. Perilisan increment sendiri sangat dipengaruhi oleh keputusan Product Owner.

 

Artefak pada Scrum mendukung nilai transparansi yang ada di dalam Scrum. Keputusan-keputusan bernilai bisnis dan pengendalian resiko dalam suatu proyek dibuat berdasarkan keadaan terkini dari artefak. Apabila transparansi artefak dipertanyakan, nilai bisnis bisa menjadi menurun dan resiko meningkat.

 

Artikel ini merupakan seri Serba-Serbi Scrum terakhir. Berdasarkan informasi yang kita sampaikan di tiga artikel Serba-Serbi Scrum, sudah siapkah anda menggunakan Scrum sebagai kerangka kerja anda?

 

 

Sumber:

http://www.payton-consulting.com/three-important-scrum-artifacts/

http://www.effectivepmc.com/blog/scrum/scrum-artifacts

http://www.scrumguides.org/docs/scrumguide/v2017/2017-Scrum-Guide-Indonesian.pdf

 

Comments

comments