Serba-Serbi Scrum: Para Pemeran (Bagian 1)

Serba-Serbi Scrum: Para Pemeran (Bagian 1)

Seperti formasi Scrum dalam olahraga rugby

– – –

Apa itu Scrum?

 

Banyak sekali saya mendapatkan pertanyaan di atas. Scrum merupakan salah satu jenis framework manajemen proyek yang populer saat ini, terutama di kalangan IT Development. Metodologi ini dipercaya dapat meningkatkan produktivitas dua kali lipat. Scrum sendiri menggunakan pendekatan metodologi Agile yang bertumpu pada kekuatan kolaborasi tim, proses iterasi, dan produk incremental dalam mewujudkan hasil akhir. Framework ini dimulai dengan premis yang sederhana: Mulai dengan apa yang bisa terlihat dan diketahui, pantau perkembangan dan pertajam hasil secukupnya.

 

Scrum diperkenalkan sebagai metode pengembangan Agile seiring dengan diterbitkan buku Agile Software Development with Scrum pada tahun 2001. Ada tiga pilar yang Scrum, yaitu transparansi, inspeksi, dan adaptasi.

 

Penamaan Scrum sendiri berasal dari formasi dalam olahraga rugby. Formasi scrum memungkinkan semua pemain menjaga bola bersama-sama. Setiap pemain memiliki perannya masing-masing. Begitu juga dengan Scrum dalam bentuk framework. Ada tiga peran besar di dalam scrum. Apa sajakah itu?

 

  1. Product Owner (PO)

Merupakan “penyambung lidah” bagi tim development dan klien (stakeholder). PO juga bertanggung jawab dalam memastikan target-target dapat diselesaikan. Tentunya target-target tersebut dibuat atas persetujuan dari klien dan tim development. Target-target tersebut tertuang Product Backlog (daftar task yang dikerjakan dalam pembuatan produk) yang diprioritaskan berdasarkan kepentingan dan urgensinya.

 

  1. Scrum Master

Bagian dari anggota tim yang peranannya lebih kepada fasilitator. Seperti namanya, Scrum Master sangat mengetahui nilai-nilai dan implementasi Scrum di dalam proyek. Posisi ini begitu unik. Scrum Master memang tidak memiliki wewenang penuh di dalam tim, seperti memecat anggota tim scrum. Akan tetapi, Scrum Master berwenang penuh atas implementasi Scrum di dalam proyek secara keseluruhan, contohnya menentukan seberapa lama durasi sprint yang diinginkan.

 

  1. Tim Scrum

Bagian Scrum yang berfungsi sebagai eksekutor. Tim Scrum terdiri atas lima sampai sembilan orang. Di dalam proyek, mereka yang mengerjakan berbagai task yang sudah disetujui di dalam suatu sprint. Mereka juga yang nantinya yang testing pada saat perilisan incremental.

 

Masih banyak aspek-aspek dalam Scrum yang perlu untuk diketahui, seperti alur kerja dan istilah-istilah dalam Scrum. Tenang, saya akan mengupas mereka di artikel-artikel Scrum selanjutnya.

 

 

 

Sumber:

https://searchsoftwarequality.techtarget.com/definition/Scrum

https://www.mountaingoatsoftware.com/agile/scrum/roles

Sumber Gambar: unsplash.com

Comments

comments