PM, Ketahui 6 Gaya Kepemimpinan/Leadership Berikut Ini

PM, Ketahui 6 Gaya Kepemimpinan/Leadership Berikut Ini

PM, Ketahui 6 Gaya Kepemimpinan/Leadership Berikut Ini

Anda menerapkan gaya apa ketika memimpin proyek?

– – –

 

Mungkin anda sudah mengetahui apa itu jiwa kepemimpinan (leadership) di artikel sebelumnya. Di artikel ini, kita akan membahas gaya-gaya dalam kepemimpinan. Tentunya setiap pemimpin, khususnya Project Manager (PM) memiliki preferensi gaya kepemimpinan tersendiri yang dipengaruhi dari karakter dirinya, anggota timnya, organisasi yang menyelenggarakan proyek, sampai lingkungannya.

 

PMBOK di edisi keenam sudah menggolongkan enam gaya-gaya kepemimpinan yang dapat diadopsi dan diterapkan oleh PM.  Keenam gaya kepemimpinan tersebut berdasarkan contoh-contoh umum yang biasanya terjadi ketika PM menangani proyek. Siapa sajakah mereka?

 

  1. Laissez-Faire

Jika anda seorang anggota tim proyek dan dihadapkan pada keadaan dimana anda bekerja tanpa perlu banyak arahan dari PM dan anda dituntut untuk menentukan sendiri tujuan anda dalam pengerjaan proyek, bagaimanakah perasaan anda?

Kemungkinan besar, PM anda menerapkan gaya kepemimpinan Laissez-Faire. Istilah Laissez-Faire berasal dari bahasa Perancis yang berarti “tinggalkan sendiri”. Pemimpin akan memberikan kebebasan bagi bawahannya untuk memilih tanggung jawab yang harus mereka penuhi dalam suatu pekerjaan dan tentunya tanpa peraturan dan prosedur yang mengikat. Gaya kepemimpinan seperti ini didasarkan pada asas kepercayaan dan sangat baik diterapkan pada perusahaan yang membutuhkan inovasi dalam setiap produknya, seperti agensi periklanan. Selain itu, gaya kepemimpinan ini juga cocok perusahaan yang sedang mengembangkan produk baru, seperti perusahaan start-up.

 

  1. Transaksional/Transactional

Gaya kepemimpinan ini diistilahkan pertama kali oleh Max Weber pada 1947 dan umumnya sering digunakan oleh manajer. Berfokus pada peraturan dan struktur organisasi,  seorang pemimpin diwajibkan untuk bertanggung jawab dalam mengatur kinerja bawahannya secara rutin. Tentunya, pemimpin harus menjelaskan terlebih dahulu tanggung jawab dan imbalan yang didapat bawahannya jika standar yang diinginkan tercapai. Oleh karena itu, ada suatu timbal balik dimana pemimpin menginginkan apa yang dimiliki pengikut dan sebagai balasannya, pemimpin akan memberikan apa yang diinginkan oleh pengikut. Umumnya, perusahaan besar menggunakan gaya kepemimpinan ini pada level manajemen menengah, namun ada juga pemimpin yang mengombinasikan gaya kepemimpinan transaksional dengan gaya kepemimpinan yang lain.

 

  1. Pelayan/Servant

Dipopulerkan pertama kali oleh Robert K. Greenleaf di tahun 1970, gaya kepemimpinan Pelayan lebih mengutamakan pemimpin untuk melayani bawahannya. Pemimpin dituntut untuk memenuhi kebutuhan bawahannya di dalam pekerjaannya secara personal. Terjalinnya hubungan yang erat antara pemimpin dengan bawahannya akan menimbulkan kepercayaan diantara mereka dan terwujudlah tim yang kuat. Gaya kepemimpinan ini sangat cocok untuk diterapkan presiden dalam memimpin suatu Negara. Beberapa pemimpin besar sudah menggunakan gaya kepemimpinan ini, seperti Martin Luther King, Jr, William C. Pollard, Nelson Mandela dan Mahatma Gandhi.

 

  1. Transformasional/Transformational

Karakteristik utama dari kepemimpinan transformasional adalah inspirasi. Pemimpin harus bisa menginspirasi bawahannya untuk bisa mencapai hasil yang terbaik dalam suatu pekerjaan. Gaya kepemimpinan ini menggunakan karisma yang dimiliki oleh pemimpin dalam memengaruhi bawahannya, pertimbangan individu atau sifat saling menghormati antara pemimpin dan anggota kelompok. Pemimpin dengan gaya kepemimpinan ini juga memiliki kemampuan menafsirkan dan mengelaborasi simbol yang ada dalam kehidupan, sehingga terciptalah inovasi dan ide-ide baru. Gaya kepemimpinan ini dinilai lebih efektif untuk diterapkan oleh perusahaan, karena bersifat fleksibel dengan perubahan dan dapat meningkatkan kapabilitas serta kapasitas tim.

 

  1. Karismatik

Gaya kepemimpinan ini didasarkan pesona dan sifat persuasif pada pemimpin. Terkadang gaya kepemimpinan ini juga dianggap gaya kepemimpinan transformasional, karena adanya kesamaan karakteristik antara pemimpin bergaya transformasional dengan karismatik. Pemimpin bergaya karismatik merupakan orator ulung dan dapat berkomunikasi dengan bawahannya dalam level emosi yang mendalam. Gaya kepemimpinan ini tidak terlalu mengatur sebuah sistem yang harus dipatuhi, namun lebih kepada kepribadian dan tindakan yang dilakukan oleh pemimpin. Pemimpin yang menggunakan gaya kepemimpinan ini umumnya adalah tokoh-tokoh agama atau aktivis/tokoh sosial dan politik, seperti Martin Luther King, Jr., Bunda Theresa,  Ronald Reagan, dan Sir Winston Churchill. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwa gaya kepemimpinan ini juga dapat diterapkan pada sektor bisnis. Pelaku bisnis yang menggunakan gaya kepemimpinan model ini adalah Lee Iacocca (Chrysler) dan Jack Welch (General Electric/GE).

 

  1. Interaksional/Interactional

Merupakan kombinasi dari gaya kepemimpinan transaksional, transformasional dan karismatik. Percampuran gaya kepemimpinan tersebut didasarkan pada dua asumsi, pertama adalah kekompleksan sifat manusia akibat motif yang beragam, dan kedua adalah lingkungan kerja serta sistem yang bersifat fleksibel dan terbuka. Ada dua model interaksi yang dilakukan oleh pemimpin, yaitu relationship-oriented (berdasarkan hubungan) dan task-oriented (berdasarkan tugas). Pemimpin yang fokus pada hubungan cenderung memperhatikan interaksi sosial. Mereka sangat menghargai kepercayaan dan membangun komunikasi yang dibangun kepada bawahannya. Pemimpin dengan task-oriented lebih senang menyusun rencana dan melakukan tindakan yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

 

Sumber gambar: unsplash.com


[mc4wp_form id=”1891″]

Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest
Share on linkedin
Share on tumblr

Related Posts

Newsletter

Subscribe to our newsletter and stay updated to our offers and deals!

We are committed to protecting your privacy

Popular Post

We're Sorry

This Website Still Going Under Maintenance

Open chat
1
Hi,

Telah banyak organisasi yang berhasil mengembangkan kematangan dan kapabilitas mereka dalam mengelola project, sehingga tingkat keberhasilan project mereka menjadi lebih tinggi.

Bagaimana dengan organisasi anda?

Yuk ngobrol dan cari tau bagaimana kami dapat membantu anda.