3 Keunggulan & Kelemahan Kepemimpinan Transformasi 

3 Keunggulan & Kelemahan Kepemimpinan Transformasi 



Ada dua sisi berlawanan dari kepemimpinan yang menginspiratif ini. Apa sajakah itu?

– – –


Masih ingat dengan gaya kepemimpinan transformasi yang sempat kami ulas di artikel PM, Ketahui 6 Gaya Kepemimpinan/Leadership Berikut Ini?

Sejarah sudah mencatat bahwa kepemimpinan transformasi sudah banyak digunakan oleh pemimpin-pemimpin sejak dahulu kala, seperti Julius Caesar pada masa peradaban Romawi atau Jenghis Khan pada masa kekaisaran Mongolia. Di Indonesia, kita bisa mengenal Bung Karno sebagai salah satu contoh pemimpin yang menerapkan kepemimpinan transformasi. Masih ingat dengan Konferensi Asia Afrika (KAA) dengan gerakan Non Bloknya?

Pemimpin dengan gaya kepemimpinan tersebut menggerakkan bawahannya dengan kharisma yang ia miliki. Alih-alih menyuruh pengikutnya secara langsung, pemimpin tersebut akan mengubah persepsi, ekspektasi atau motivasi mereka untuk mencapai suatu tujuan dengan inspirasi-inspirasi yang diberikan kepada mereka.

Seperti gaya kepimpinan lainnya, gaya kepemimpinan transformasional memiliki banyak kegunaan dan kelemahan. Apa sajakah itu?

 

Kegunaan Kepemimpinan Transformasional

 

  1. Menurunkan Biaya Perputaran Karyawan (Turnover Cost)

Kharisma dan inspirasi yang diberikan oleh pemimpin kepada bawahannya ternyata bisa menurunkan kecenderungan karyawan untuk keluar (resign). Mereka jadi tahu dan bisa menemukan motivasi mereka akan posisinya di kantor. Dengan kata lain, mereka memiliki peran spesifik dalam suatu oganisasi dan mereka tahu bahwa mereka sangat dibutuhkan disana.

  1. Mengikat Orang Secara Keseluruhan

Produktivitas kerja bisa meningkat tajam. Hal ini tidak terlepas dari kemampuan pemimpin yang dapat mengetahui motif personal bawahannya. Ketika pemimpin bisa mengetahui dan memenuhi motif mereka, mereka akan memiliki pembenaran untuk terus bekerja.

  1. Bisa Membuat dan Mengatur Perubahan

Perubahan memang tidak bisa dihindari dalam dinamika suatu organisasi. Jika ada suatu inisiatif yang memaksa suatu perubahan untuk dilakukan, pemimpin bisa membuat perubahan tersebut menjadi suatu proses yang mendorong pengikutnya untuk melakukan perubahan juga. Jika implementasi yang dilakukan sudah benar, pemimpin dan pengikutnya bisa mencapai potensi besar mereka.

Kelemahan Kepemimpinan Transformasional

 

  1. Memicu Dampak Yang Negatif

Terkadang, suatu visi atau inspirasi yang diberikan oleh suatu pemimpin kepada bawahan atau pengikutnya bisa berdampak buruk. Contoh ekstremnya adalah Adolf Hitler. Dia menawarkan sebuah visi kemurnian ras Bangsa Jerman kepada rakyatnya dengan kharisma yang ia berikan kepada pengikutnya. Lambat laun, visi itulah yang justru membawanya dan pengikutnya pada demoralisasi.

  1. Harus Terus Menjalin Komunikasi

Gaya kepemimpinan ini hanya bisa berhasil jika pemimpin terus menjalin komunikasi dengan tim atau bawahannya. Pemimpin harus bisa mengomunikasikan visi dan nilai-nilai tugas yang diberikan pemimpin ke pengikutnya. Jika komunikasi tidak terjalin secara intensif, tim akan merasa tidak tertarik dengan instruksi-instruksi yang diberikan.

  1. Membutuhkan umpan balik (feedback) yang konsisten

Pemimpin yang menerapkan gaya kepemimpinan transformasi harus selalu menjaga antusiasme timnya dalam meraih tujuan bersama. Pemimpin bisa melakukannya dengan meminta umpan balik (feedback) kepada pengikutnya secara konsisten. Ia juga harus bisa mendekatkan diri kepada pengikutnya berdasarkan kepribadian yang berbeda pada tiap individu. JIka seorang pemimpin memiliki kemampuan yang kurang dalam hal tersebut, besar kemungkinan komitmen tim anda terhadap pekerjaannya akan berkurang seiring dengan berjalannya waktu.

Sebenarnya, kelemahan-kelemahan yang ada dalam penerapan kepemimpinan transformasional bisa diatasi dengan Coaching. Umpan balik dan terjalinnya komunikasi dapat tercapai jika seorang pemimpin melakukan coaching kepada timnya.

 

Comments

comments