Ada Konflik? Selesaikan dengan 5 Cara ini!

Ada Konflik? Selesaikan dengan 5 Cara ini!

Karena sesungguhnya konflik diciptakan untuk diselesaikan

– – –

 

Konflik merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari dari kehidupan, terutama pada saat melakukan proyek. Banyaknya individu yang terlibat di dalam suatu proyek membuat seorang pemimpin, khususnya PM, memutar otak untuk menyelesaikan konflik yang ada. Oleh karena itu, diperlukan teknik-teknik tertentu untuk mengatasinya. Akan tetapi, tidak hanya otak, anda juga perlu hati dan perasaan dalam menggunakan teknik ini. Berikut teknik-teknik penyelesaian konflik yang bisa anda pilih!

 

  1. Withdraw/Avoid

Moto teknik ini adalah “Saya akan pikirkan ini besok”. Teknik ini memungkinkan anda untuk menunda masalah yang anda hadapi sekarang di kemudian hari. Bukan berarti artinya anda mengalah dalam suatu konflik. Anda hanya perlu waktu untuk mencari solusi. Solusi yang didapatkan tentunya tanpa konfrontasi dari pihak manapun. Teknik ini sangat bagus digunakan pada permasalahan yang kurang penting dan genting untuk dicari solusinya. Selain itu, teknik ini juga baik digunakan di dalam kondisi perubahan dari individu atau keadaan. Contohnya ketika anda menghindari konflik dengan rekan kerja, karena anda tahu bahwa anda akan segera keluar dari tempat kerja anda. Akan tetapi, ingatlah jangan setiap saat menggunakan teknik ini, karena anda dapat di cap sebagai “pasif-aggresif”. Keputusan yang akhirnya diambil pun bisa terjadi tanpa didasari dari opini anda.

 

  1. Smooth/Accommodate

Moto teknik ini adalah “Terserah”. Teknik penyelesaian konflik yang minim asertif dan tidak mementingkan ego. Efek positif yang ditimbulkan dari teknik ini adalah tercapainya kedamaian atas suatu permasalahan, karena teknik ini mengikuti arus dengan memenangkan pihak lawan. Teknik ini tidak direkomendasikan pada permasalahan yang penting dan genting untuk diselesaikan. Namun, anda perlu menggunakan teknik ini jika anda ingin melihat seberapa bertanggung jawabnya bawahan anda dan anda ingin mereka belajar dari kesalahannya. Anda juga perlu menggunakan teknik ini jika anda sudah kehilangan pengaruh, sementara pihak lawan sangat kompetitif dalam mempertahankan argumennya.  Sama dengan teknik withdraw/avoid, jangan setiap saat menggunakan teknik ini.

 

  1. Compromise/Reconcile

Moto teknik ini adalah “Kamu untung sebagian, kamu rugi sebagian”. Kedua pihak akan dibuat “menyerah” dalam rangka membangun solusi. Berlawanan dengan teknik Accommodate dan Avoid, Compromise sangat membutuhkan sifat asertif dan kooperatif. Teknik ini sangat efektif dilakukan apabila dua pihak yang berselisih memiliki derajat yang sama dan sedang dalam suatu kerjasama. Teknik ini tentunya dapat menjaga hubungan antar pihak, karena tidak ada pihak yang diuntungkan dan dirugikan. Akan tetapi, jangan terlalu sering menggunakan teknik ini di dalam setiap masalah, karena hal tersebut dapat memicu ketidakpuasan dari kedua belah pihak atas ketidaksesuaian ekspetasi yang mereka inginkan. Hal tersebut akan memicu masalah-masalah lain diantara kedua belah pihak.

 

  1. Force/Direct

Moto teknik ini adalah “ Saya menang, anda kalah”. Kedua belah pihak akan saling berkompetisi untuk memenangkan konflik. Anda perlu menggunakan teknik ini jika anda tahu bahwa anda benar dan anda perlu mempertahankan hak-hak anda. Ketika tujuan yang ingin dicapai begitu penting, anda juga perlu menggunakan teknik. Akan tetapi, teknik ini dapat meningkatkan konflik karena pihak lawan akan merasa dirugikan. Kemungkinan pihak lawan akan membalas “kekalahan” tersebut di lain kesempatan juga terbuka lebar.

 

  1. Collaborate/Problem Solve

Moto teknik ini adalah “Saya menang, Anda menang”. Teknik ini sangat menginginkan kedua belah pihak puas dengan solusi yang diambil. Dalam hal penyelesaian masalah, kedua belah pihak akan berdiskusi untuk membahas suatu permasalahan dan mengeksplorasi solusi dari permasalahan tersebut. Teknik ini merupakan teknik pemecahan masalah terbaik jika anda ingin mendapatkan solusi dengan mengelaborasi perspektif-perspektif individu yang terlibat dari suatu masalah. Anda perlu menggunakan energi dan waktu yang banyak untuk menyelesaikan masalah dengan metode ini. Serta anda harus menghadapi kemungkinan adanya pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari kepercayaan dan keterbukaan orang lain.

 

Itulah 5 teknik penyelesaian konflik yang dapat anda pakai di dalam kehidupan sehari-hari, bahkan dalam proyek anda. Pastikan juga anda mampu membaca situasi dalam memilih teknik apa yang cocok dengan keadaan konflik yang ada.

 

Sumber gambar: unsplash.com

 

 

 

 

Comments

comments