Ada dua sudut pandang scope yang bisa dilihat dari benda ini

– – –

 

Ketika anda sedang menjalani proyek, anda mungkin tidak akan asing dengan istilah scope. Scope memuat informasi yang diperlukan untuk memulai suatu proyek. Anda perlu tahu bahwa Scope dalam Project Management memiliki dua pengertian, yaitu Project Scope dan Product Scope. Memang tema versus ini pernah dibahas di artikel sebelumnya. Namun, tidak ada salahnya untuk mengetahui tentang bagaimanakah letak perbedaan diantara keduanya.

 

Berdasarkan buku PMBOK edisi Keenam, Product Scope merupakan fitur-fitur dan fungsi yang menandai suatu produk, pelayanan/jasa atau hasil. Product Scope lebih berorientasi pada karakteristik apa yang ada suatu produk, pelayanan/jasa atau hasil.  Pada hasil produk berupa barang, product scope yang dapat ditanyakan pada barang tersebut adalah bagaimana barang itu bekerja, spesifikasi barang, dan bagaimana barang tersebut dapat bertambah baik pada iterasi selanjutnya. Jika produk yang dihasilkan berupa pelayanan atau jasa, product scope yang dapat ditanyakan dari produk tersebut adalah tugas dan tanggung jawab individu-individu yang memproduksi pelayanan atau jasa yang dihasilkan.

 

Berbeda dengan product scope, project scope lebih melihat pada kebutuhan yang diinginkan untuk memproduksi atau mengimplementasikan hasil produk. Hal-hal yang diperhatikan dalam project scope biasanya berupa waktu (time), anggaran (budget), pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) seperti training karyawan, atau alokasi karyawan. Project scope merupakan salah satu indikator kesuksesan dari produk yang dihasilkan. Oleh karena itu, pelaku proyek berhak mengetahui bahkan menjalani manajemen pada project scope (Artikel mengenai Project Scope Management sudah kami terbitkan sebelumnya. Ketahui pentingnya mereka).

 

Bagaimana contoh kongkret dari project scope dan product scope? Simak ilustrasi berikut ini.

 

Seorang manajer ditugaskan untuk membuat pusat data terbaru di dalam suatu organisasi. Product scope yang ditentukan merupakan segala hal yang dapat membuat pusat data, seperti komputer, server, ruang kantor, internet dan software-software yang dibutuhkan dalam pembuatan data. Manajer juga menentukan project scope dari proyek tersebut. Fokus utama dari project scope proyek ini adalah bagaimana membuat ruangan kosong menjadi pusat data yang mumpuni. Hal ini termasuk pada koordinasi dengan pihak kontraktor dan arsitek dalam hal perancangan dan pembangunan gedung pusat data. Selain itu, manajer bersama anggota tim proyeknya juga menentukan anggaran dan rentang waktu yang dibutuhkan sampai proyek selesai.

 

Contoh selanjutnya datang dari headset. Pada gambar, jelas terlihat bahwa headset memiliki dua sudut pandang scope, yaitu product scope dan project scope. Product scope yang dapat kita lihat dari headset adalah komponen dari headset tersebut, seperti kabel, jack, dsb. Desain headset juga patut menjadi aspek product scope yang diperhatikan, seperti warna headset atau letak bantalan pada headset. Lalu, bagaimana dengan project scope-nya? Jika headset tersebut mengusung teknologi terbaru selain kabel atau bluetooth, tentunya akan ada proyek lanjutan kembali untuk mengaplikasikan teknologi terbaru pengganti kabel atau bluetooth. Tentunya akan ada PM dan tim proyek yang kompeten dan stakeholder.

 

Sudah jelaskah dengan perbedaan project scope dan product scope? Inti membedakan mereka adalah product scope lebih menitikberatkan pada apa yang kita butuhkan dalam membuat suatu produk, sementara project scope lebih menitikberatkan pada bagaimana langkah-langkah pembuatan suatu produk.

 

Sumber gambar: unsplash.com


[mc4wp_form id=”1891″]

Open chat
1
Hi,

Telah banyak organisasi yang berhasil mengembangkan kematangan dan kapabilitas mereka dalam mengelola project, sehingga tingkat keberhasilan project mereka menjadi lebih tinggi.

Bagaimana dengan organisasi anda?

Yuk ngobrol dan cari tau bagaimana kami dapat membantu anda.
%d bloggers like this: