Banyak organisasi mengalami kegagalan transformasi bukan karena kesalahan teknis dalam manajemen proyek, melainkan karena mengabaikan sisi manusia dari perubahan tersebut. Rekaman sesi MQM Insights #02 ini mengeksplorasi bagaimana mengorkestrasi Manajemen Proyek dan Manajemen Perubahan agar berjalan beriringan sejak awal inisiasi proyek.
Dalam diskusi ini, dipaparkan bahwa Manajemen Proyek berfokus pada pengiriman solusi secara teknis (tepat waktu, biaya, dan lingkup), sementara Manajemen Perubahan berfokus pada kesiapan orang-orang di dalam organisasi untuk menerima, menggunakan, dan mahir dalam mengoperasikan solusi tersebut. Tanpa orkestrasi yang matang, organisasi berisiko menghasilkan sistem atau produk yang canggih namun tidak memberikan nilai karena tidak digunakan oleh karyawan.
Wawasan utama yang akan Anda dapatkan dalam sesi ini meliputi:
- Sinergi Dua Disiplin: Memahami perbedaan peran namun pentingnya keselarasan tujuan antara tim proyek dan tim perubahan.
- Penyelarasan Strategis: Cara memastikan aktivitas manajemen perubahan menjadi bagian integral dari rencana proyek, bukan sekadar aktivitas tambahan di akhir proses.
- Faktor Penentu Kesuksesan: Mengidentifikasi titik-titik kritis dalam siklus hidup proyek di mana koordinasi antara kedua disiplin ilmu ini sangat menentukan tingkat adopsi pengguna.
- Realisasi Manfaat (Benefits Realization): Bagaimana orkestrasi yang baik secara langsung berdampak pada pencapaian hasil bisnis yang diinginkan dari sebuah investasi transformasi.
Diskusi ini menghadirkan narasumber utama Eddi Sutanto, CCMP, EPC, Prosci CCP, seorang praktisi senior manajemen perubahan. Sesi ini dipandu oleh Akbar Azwir, PMP, PMO-CC, Prosci CCP. Rekaman yang disampaikan dalam Bahasa Indonesia pada 24 Maret 2025 ini sangat relevan bagi para eksekutif, manajer proyek, dan praktisi manajemen perubahan yang ingin meningkatkan peluang keberhasilan inisiatif strategis di organisasi mereka.


